Setiap hari semakin indah rasanya. Setiap hari semakin besar rasa ingin tahu ini, semakin besar rasa sayang ini. Aku ingin melihatnya terus, tapi entah sampai kapan aku harus menunggu. tak apa lah aku menunggu karena aku menyayanginya.
Cinta jika kau tahu, hati ini selalu senang melihatmu. melihat semua yang ada di dirimu, semuanya. senyumu, tingkahmu, candamu. Kamu tahu kan?aku juga hanya ingin kau tahu, sebenarnya kita juga sama-sama nggak ngerti apa yang kita rasain. Biarlah semua itu mengalir dengan indah, mengalir apa adanya bersih seperti jernihnya mata air dari pegunungan, Biarlah masa-masa ini akan terus berjalan tanpa adanya rintangan, berjalan mulus dengan canda tawa kita. Aku tak mau masa-masa ini berhenti dan hilang begitu saja, aku ingin semua itu menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan selamanya. Jika memang saat ini bukan waktu yang tepat pasti akan datang waktu itu dimana aku dan kau akan bersatu. Untuk saat ini kita bisa memahami diri kita masing-masing, lebih mengenal satu sama lain. Apa yang kamu suka aku tahu, apa yang kamu benci dan semuanya tentang dirimu, walaupun suatu saat kita berpisah (bukan pisah gara-gara putus low,,tapi karena meneruskan masa depan) aku harap semua yang sudah terjadi akan teringat dan menjadi sebuah kenangan yang terindah. Kita masih bisa saling menyemangati satu sama lain. salng tersenyum, becanda walaupun berpisah jarak dan waktu.
Kau pasti mengerti semua ini, jika semua ini berlanjut akan indah. Aku senang melihatmu karena kau begitu sederhana, religious, dan yach aku senang dengan orang yang apa adanya. Lebih baik seperti biasa daripada hanya dibuat-buat, hanya menampakkan apa yang sebenarnya tidak dimiliki. Aku senang melihatmu, aku mendukung semua hobimu, hobi apapun asalkan positiv, yang membuat bahagia ketika aku mengenalmu, kau juga berbeda dari yang lain menurutku. Aku tak ingin menyebut ini dengan sebuah ungkapan yang aku pun sebenarnya tak boleh mengenalnya tapi aku hanya diam, tersenyum. Terima kasih sudah buat aku bahagia, temenin aku ketika aku sedih dan kau selalu ada. Thanks a lot
Hari ini Sabtu 02 januari 2010, aku merasakan apa yang semestinya g aku rasakan aku kehilangan sahabat yang aku sayangi. Sudah berhari-hari aku tak bicara denganmu. Entah kenapa penyebabnya aku juga tidak mengetahuinya. Aku merasa kehilangan dia, apa aku yang salah atau hanya perasaanku saja?? Pelan-pelan dia menjauh, aku rasa karena dia sudah memiliki teman yang baru yang bisa membahagiakannya, terutama pacarnya. Dulu dia tak begini tak secuek ini, dulu dia rajin, sering bertanya ini itu tentang pelajaran kepadaku, tapi sekarang seolah aku yang merasa dia menghilang. Aku tahu dirinyaada disitu tapi aku tak menemukan sosoknya yang dulu, yang dulu aku kenal, dia sekarang sering membuang waktunya untuk hal-hal sepele, sering keluar malam, smsan, maen game. Bagaimana aku mengingatkanmu sahabatku? Aku rindu kau yang dulu, saat kau mau belajar tentang apa yang tidak kau ketahui. Apakah ini efek itu? Aku tak mau berburuk sangka kepadamu kawan, yang aku inginkan kau juga mengerti aku. Aku rindu ketika kau mengejekku, tertawa, sedih ketika kau menangis aku ingat, semuanya itu tentang dirimu, aku kenal kau lebih dari 6 tahun dan aku tahu sifatmu. Mungkin bukan sekarang waktu yang tepat untuk memulai sebuah kata dari bibirku, tapi aku sudah memaafkanmu aku tak pernah dendam kepadamu, jika kau senang aku juga ikut senang, jika kau sedih aku juga ikut sedih, aku siap mendengarkan semua keluh kesahmu, semuanya tentang hidupmu yang ada aku pasti membantumu semampuku. Agar aku bisa berikan yang terbaik dan sampai saat ini aku benar-benar kehilanganmu.
Kehilangan yang lebih dari kehilngan pacar karena menurutku mencari sahabat sepertimu lebih sulit daripada mencari pacar. Dirimu yang penuh canda tawa, gokil, religious, semuanya ada dan menurutku itu sempurna meskipun kadang kau lupa aku akan berusaha mengingatkanmu tapi itu tergantung kau, kau yang memilih dank au yang menjalani, semampuku ku ajak kau bangkit, saat kau merasa stress ketika menghadapi suatu masalah. Aku ingin kau kembali lagi, kembali yang dulu saat kita tertawa bersama aku juga g tahu apa yang kamu rasakan semoga kau merasakan perasaanku juga. Aku merindukanmu, dan ingin kau kembali seperti dulu sahabatku.
tahun baru 1 Desember 2010 merupakan hari yang ku tunggu-tunggu, dimana aku bisa menghabiskan tahun baruku dengannya walaupun hanya sebentar. aku senang karena dengan ini aku lebih dekat dengannya. Dia yang selalu ada, dia g pernah ngerti dan aku juga g tahu apa dia ngerasain hal yang sama kayak aku. ketika aku di dekatnya rasanya semua itu menyenangkan hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Meskipun kao tag selalu bisa menemaniku, tapi aku sudah cukup bahagia. sampai kapan kao tahu dan mau merasakannya. aku menunggu perkataan dari bibirmu yang sebenarnya aku tak tahu juga apa yang aku rassakan hanya sebuah sayang yang ada dan kan selalu ada.
Di suatu malam pada tanggal 22 April 1993 tepat ibuku melahirkanku. Melahirkan dengan sekuat tenaga dan penuh dengan kasih sayang. Meskipun sakit mendera, tetapi ibuku dengan penuh suka cita menanti kehadiranku. Aku teringat ucapan ibu ketika ibu sedang bekerja di Surabaya, dia sedang hamil besar rela membawaku yang ada dalam kandungan kesana kemari. Seakan tak rela jika aku disakiti oleh siapapun.
Dulu waktu aku TK sampai SD kelas 3 aku selalu menunggu ibu di kantor sampai pulang kerja, dasar nakal diriku gara-gara main tidak tahu arah sampai terluka tanganku. Aku juga ingat dulu waktu pertama kali aku masuk rumah sakit gara-gara minum minyak tanah, malam-malam ibu pergi ke rumah sakit menggendongku, tanpa lelah dan hanya bisa menangis sedih. Teringat sebersit dari mataku air matamu jatuh dari kelopak matamu yang indah, seraya berkata “jangan lukai anakku dengan jarum itu, lebih baik aku saja yang kau infuse”. Dan setelah itu aku kehilangan raut wajahnya, aku sering sekali masuk rumah sakit karena penyakitku yang sering kambuh, namun Alhamdulillah penyakit typus itu sudah hilang. Sering pula engkau menangis karena tak tega aku masuk rumah sakit, engkau selalu menemaniku setiap saat.
Teringat pada saat aku SMP kelas 3 dulu, engkau marah-marah karena aku ketahuan pacaran. Aku menangis tak henti-hentinya di pangkuanmu untuk meminta maaf. Engkau membalas semua itu dengan tangisan namun tak memarahiku, hanya memberiku petuah dan membalai lembut diriku. Aku yang terlarut dalam kesalahan, maafkan aku ibu, tapi aku tahu kau melarangku karena ingin aku serius dalam belajar menggapai cita-citaku terlebih dahulu. Ketika engkau pergi karena ada tugas ke luar kota, aku sangat kesepian sehari tanpamu bagai setahun lamanya. Tak ada yang menyambutku ketika pulang sekolah, menemaniku saat aku tidur. Sampai saat setelah 5 hari ibu pergi, di depan rumahku ada bendera warna putih. Astaghfirullah, pada saat itu aku tidak bisa bergerak, kaget dan hanya diam. Aku kira itu ibu, sampai di rumah, Alhamdulillah yang meninggal bukan ibuku melainkan tetanggaku. Aku sangat senang karena ibuku masih diberi kesehatan. Sampai waktu ibu pulang aku langsung mencium tangannya, memeluknya dan mencium wajahnya. Dan aku berkata “ibu kok lama sech, aku kangen”, Ibuku tersenyum dan menjawab “ ya..karena tugasnya baru selesai nak..!!”. Oh ibu bahagianya aku saat itu ketika melihatmu. Aku ingin sellau bersamamu Ibu, engkau selalu berikan yang terbaik untuk aku. Setiap engkau lelah, saat tertidur aku menciummu kemudian tidur di sebelahmu dan memelukmu. Engkau cantik sekali ibuku dan hanya ku ungkapkan dalam hati. Meskipun engkau tidur tapi kasih sayangmu selalu ada setiap saat. Sering aku mengecewakanmu ibu, saat aku capek aku tak menuruti perintahmu, terkadang aku membantahmu merasa perkataanku lebih benar, tapi ternyata aku salah, salah besar. Pelan-pelan aku menyakiti hatimu, tapi engkau dengan tulus memaafkanku, dan memberikan cerita tentang pengalaman hidupmu kepadaku.
Aku terkadang ingin menjadi bayi lagi yang setiap hari bisa berada di dekatmu, melihat wajahmu yang tersirat senyum manis dari bibirmu. Aku bahagia melihat semua itu. Tapi semakin hari aku semakin tumbuh besar dan sampai aku sekarang duduk di bangku SMA, yang sebentar lagi akan meninggalkanmu untuk menuntut ilmu. Aku selalu berfikir, bagaimana aku nanti yang setiap hari tak ada ibu, tak ada yang member petuah lagi ketika aku berbuat kesalahan, tak ada yang mengetahui apa seleraku, makanan kesukaanku kecuali ibu. Ketika aku di sekolah aku selalu merindukanmu, sampai-sampai setelah pulang sekolah aku ke kantor ibu dan menemani ibu menyelesaikan pekerjaan dan ibu dengan senyumnya menjemputku di depan untuk masuk.
Ibu engkau begitu menyayangiku, merelakan waktu hanya untukku, merelakan nyawamu ketika aku sakit. Aku pun juga tak rela jika engkau sakit, aku tidak tega karena aku tahu kau tegar, kau hebat ibuku. Tak ada orang yang hebat dimataku kecuali engkau. Ibu akankah kau meningalkanku? Disaat aku belum bisa membahagiakanmu? Disaat aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu? Jangan kau tinggalkan aku ibu, aku ingin mempersembahkan yang terbaik untukmu, meskipun aku tahu semua itu tak akan bisa membalas semua yang kau berikan kepadaku. Tapi aku akan berusaha sekuat tenaga dengan fikiranku, aku ingin membahagiakanmu hari ini sampai kau menjalani hari-hari tuamu. Terima kasih engkau telah merawatku hingga aku menjadi seperti sekarang ini, seperti yang kau lihat.
Saat aku mengetahui dia yang sebelumnya tak pernah ada dalam benakku. Seorang laki-laki putih, pemalu dengan seragam putij abu-abu berjalan santai menuju kelasnya dan entah kenapa aku sangat tertarik padanya. Kesederhanaannya menjalani hidup tak membuatnya lari dari kenyataan, ke-religiousannya dalam memeluk Allah, semuanya membuatku terpesona padanya. Aku tak tahu apa yang aku rasakan, aku tahu aku tidak mempesonanya tetapi aku menghargainya sepenuh hatiku.
Hati yang benar-benar tak tahu detail mengenainya. Tentang dunianya, keluarga dan hatinya. tapi aku tahu hatinya masih mencintai seseorang sampai saat ini dan aku berusaha memahaminya, masuk ke dunianya. Ketika dia berjalan melewati kelasku dengan langkah santai dan penuh kewibawaan. Matanya bertemu dengan mataku, saling berpandang dan hanya diam seribu kata. Wajahnya yang terlihat seperti "baby face", senyum yang merekah manis terlihat dari bibirnya, aku pun membalasnya dengan senyum yang lembut. Yah, senyum yang mengembang dan tulus. Setiap hari aku ingin melihatnya, melihat senyumnya yang mampu menggerakkan hatiku untuk selalu bersemangat menjalani semua ini. Rambutnya yang hitam bergelombang sangat cocok dengan tubuhnya. Tubuh tak kekar tapi ada suatu aura indah yang mengalir darinya. Aku menyukainya bukan dari tubuhnya tapi dari sifatnya yang tak melihat perbedaan, yang selalu menyemangatiku meskipun ia tak tahu dan aku ingin dan aku ingin dia tahu, aku menyayanginya.:D
namaku afifah ali biasa dipanggil ova ako orangnya g macem-macem, gak perfect, tapi pasti bisa jadi temen kalian yang baik, ako paling suka ma yang namanya punya temen banyak. semua tentang aku bisa aku ceritain di sini. Ako pengen banget jadi arsitek ma guru, dan juga PNS pastinya.!!